Tour Bromo 2017 Cycling

Minggu lalu, jam segini (10.20 am) saya dan teman-teman lainnya yang mengikuti Tour Bromo 2017 Cycling yang diadakan oleh Jawapos sedang berjuang hidup dan mati (hehehe), mencari nafas tambahan dan tenaga cadangan agar putaran kaki tetap stabil dan kuat untuk memutar groupset dari sepeda yang kami naiki agar tetap mampu survive menanjak.

Jam segini kisaran waktu kami mulai start dari Pitstop 2 ke garis Finish di Wonokitri Tengger. Udara di pitstop 2 masih cenderung panas membuat saya melepas retsleting jersey pink yang saya gunakan, asli gerah banget apalagi saya lagi terkena flu sehingga badan terasa lebih panas dibuatnya.

RPM kaki tetap stabil di kisaran 50 – 60 rpm, posisi gir sudah maksimal (seenak-enaknya kaki), depan di 36 dan belakang di 40. Kecepatan konstan 5 – 7 km/jam, stabil. Saya yang gak ngoyo ini, yang gak perlu curi-curi start dan ngejar COM (Queen of Mountain hahaha) ataupun 10 besar dari 1200 peserta seperti status teman di Facebooknya hahaha, bergerak stabil menikmati indahnya alam menuju ke Tengger. Dan seperti yang sudah saya rencanakan pokoknya sekitar 2 – 3 km saya mesti stop sekedar melemaskan pinggang dan leher (kaki sih aman2 aja tanpa kram hehehe), nafas yang agak memburu dan foto-foto tentunya.

Baca Selengkapnya

Yang Waras Ngalah

Tanpa persiapan, tanpa latihan, dengan niat yang tulus untuk turut meramaikan ulang tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang ke 60, membuat saya dan teman-teman dengan semangat membara mengikuti pertandingan futsal antar instansi. Lawan yang kami hadapi adalah Rumah Sakit Jiwa.

Di awal pertandingan terjadi beberapa kali insiden yang membuat tim kami hampir di diskualifikasi, penyebabnya antara lain adalah:

  1. Kostum tidak bernomor, sehingga kami harus melukis nomor dengan spidol di kostum yang kami pakai;
  2. Kaos kaki kurang panjang, sehingga beberapa diantara kami (saya sendiri) harus minjam kaos kaki;
  3. Tidak ada pemain cadangan, yang sudah pasti dengan tidak adanya pemain cadangan, nafas udah berat, pokoknya bertanding sampai bonyok.

Dan pada akhirnya kami dibantai dengan skor 12 – 1, kami tetap bahagia, karena prinsip kami pada pertandingan kali ini adalah “Yang Waras Ngalah” hahaha.

 

Criterium Road Race HUT Bank Kalbar

14992049_10207840487838514_132327790018273354_nPada awalnya saya berencana hanya pengen nonton saja acara balap sepeda yang diadakan oleh Bank Kalbar. Balap sepeda bertema Criterium Road Race ini akhirnya mampu membuat saya terpancing dan pada akhirnya ikut mendaftar dengan niat untuk meramaikan even balap sepeda yang keren ini.

Saya ikut di kelas komunitas 30 – 40 tahun, dengan jumlah lap total 15 yang setara dengan jarak 15 km. Di atas kertas semua pembalap yang ikut yakni rekan-rekan komunitas bisa dibilang 11 12 lah, beda-beda tipis hehehe, ada yang buncit, ada yang ramping, ada yang tukang gandol ada yang tukang nge-break.

Lap 1 – 9 saya asyik ngegandol sesuai arahan dari abang saya sendiri biar gak cape dan siap-siap kalo ada niatan pengen nge-break, nah di lap 9 itulah, karena mungkin angka cantik 9 yang sesuai dengan nomor punggung saya, saya beranikan diri untuk nge-break. Dan alhasil saya bisa meninggalkan jauh rombongan hingga hampir 3 lap, memang terlalu cepat tapi nafsu untuk nge-break membuat saya nekad untuk melakukannya dan tentu saja saya menikmatinya, walaupun pada akhirnya saya bonyok dan kembali bergabung ke rombongan.

Baca Selengkapnya

Tour Berdarah

13880177_10207121037452704_8048126359431625134_nMemang kemerdekaan itu harus diperjuangkan dengan darah. Dan ini terbukti di Tour Of Merdeka 200 km yang saya ikuti kemarin. Saya adalah bagian peserta tour yang mengalami Crash beruntun karena jatuhnya pembalap yang ada di depan rombongan dan tampaknya saya yang mengalami luka paling serius.

Tampak di foto bibir saya robek hingga ke bagian hidung, kaki kiri yang luka cukup lebar dan bibir saya terpaksa harus dijahit karena robekan yang cukup dalam dan lebar.

Memang dari pantauan teman-teman yang berada di rombongan belakang, kecepatan rata-rata group sudah berada di atas 35 km/jam dengan rombongan yang cukup rapat dan padat ditambah dengan kondisi jalan yang banyak tambalan, sehingga jika ada satu pembalap yang terjatuh otomatis tabrakan beruntun dibelakang tidak bisa atau sangat sulit untuk dihindari.

Alhamdulillah masih diberikan keselamatan oleh Allah SWT, dan Insya Allah, setelah sembuh aktivitas gowes tetap dilanjutkan hehehe

Sang Petarung

Sang_PetarungDua bulan sudah saya berolahraga sepeda, 1 bulan pertama menggunakan MTB Hybrid dan di bulan kedua menggunakan Road Bike. Berat badan pun Alhamdulillah sudah turun kurang lebih 7 kg, sudah rutin ikut peloton dengan kecepatan 30 – 40 km/jam, kemajuan yang luar biasa sangat berarti untuk saya.

Nah, kemarin adalah ajang pembuktian, kata Abang saya “Ajang pembuktian untuk menjadi petarung“. Tidak semua orang berani untuk ikut tour dengan track seperti ini, bahkan yang sudah bertahun-tahun latihan saja ogah untuk ikut ke sini.

Baca Selengkapnya