Menu Home

Tax Amnesty

taxamnestySelama ini saya termasuk orang yang sok tahu tentang Tax Amnesty, sok tahunya ini adalah sok tahu bodoh yang percaya saja dengan kehebohan-kehebohan yang terjadi di dunia media sosial. Pokoknya kalo denger kata Tax Amnesty bawaannya udah enek aja hehehe.

Nah ternyata Tax Amnesty yang ditakutkan banyak orang termasuk saya adalah hal biasa yang sebenarnya tidak perlu untuk ditakutkan namun hanya perlu dipahami aturannya. Namun mungkin karena kurangnya informasi resmi kepada wajib pajak membuat informasi tak resmi yang banyak gak benernya merasuk jauh ke dalam kalbu ini.

Setahu saya berdasarkan perhitungan PPh 21 terbaru yang disesuaikan dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) ditetapkan DJP. PTKP 2016 ( PTKP terbaru ) yang tercantum pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah sebagai berikut:

  1. Rp 54.000.000,- per tahun atau setara dengan Rp 4.500.000,- per bulan untuk wajib pajak orang pribadi.
  2. Rp 4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp 375.000,- per bulan tambahan untuk wajib pajak yang kawin (tanpa tanggungan).
  3. Rp 4.500.000,- per tahun atau setara dengan Rp 375.000,- per bulan tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus atau anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (orang) untuk setiap keluarga.

Saya sendiri bingung gimana cara ngitungnya, tapi percayalah setiap penghasilan yang diterima oleh seorang Pegawai Negeri Sipil pasti udah kena pajak bahkan sebelum kami menerima pendapatan kami sendiri hehehe.

Jadi berdasarkan aturan standar Tax Amnesty, seharusnya selama uang yang kami dapatkan sudah kena pajak, maka segala macam harta yang kami miliki tidak wajib diikutkan dalam Tax Amnesty, sehingga saya dan istri hanya perlu memperbarui SPT yang biasa kami isi setiap tahunnya.

Sehingga rasa kuatir harus bayar ini itu terkait Tax Amnesty karena misal nilai harta kita yang semakin besar (tanah dan rumah misalnya) sebaiknya perlu dihilangkan, karena toh saya dan istri belinya pake duit gaji yang notabene sudah kena pajak dan kami pun sudah bayar pajak untuk PBB, atau Pajak Motor dan Mobil misalnya.

Namun terkait itu semua, rasa-rasanya sangat perlu agar informasi resmi dari instansi terkait semakin sering disampaikan, agar kami-kami ini bisa lebih ngeh dan paham dengan aturan-aturan yang ada. Siapa sih yang gam mau berbuat untuk negaranya… 🙂

Jadi tagline kali ini Tax Amnesty siapa takut … 🙂

Artikel terkait: http://finance.detik.com/read/2016/09/09/210615/3295354/4/?utm_source=Finance&utm_medium=Msite&utm_campaign=ShareFacebook

Categories: Opini

Tagged as:

rizko

Tinggalkan Balasan