<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Swap on Kurnia Ramadhan — Jurnal &amp; Karya</title><link>https://ramadhan.me/tags/swap/</link><description>Recent content in Swap on Kurnia Ramadhan — Jurnal &amp; Karya</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 15:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://ramadhan.me/tags/swap/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Konfigurasi ZRAM dan Swap di Ubuntu</title><link>https://ramadhan.me/tutorials/konfigurasi-zram-dan-swap-di-ubuntu/</link><pubDate>Tue, 29 Sep 2026 15:00:00 +0700</pubDate><guid>https://ramadhan.me/tutorials/konfigurasi-zram-dan-swap-di-ubuntu/</guid><description>&lt;p>Mesin Linux yang kehabisan RAM tidak memberi peringatan sopan. Ia melambat, lalu satu proses
mati tiba-tiba, dan di log tertulis sesuatu tentang &lt;em>out of memory&lt;/em>.&lt;/p>
&lt;p>Ada dua alat untuk mengurangi kemungkinan itu. &lt;strong>Swap&lt;/strong> menitipkan sebagian isi memori ke
disk. &lt;strong>Zram&lt;/strong> memadatkan isi memori dan menyimpannya tetap di RAM. Keduanya bisa dipakai
bersamaan, dan itu justru susunan yang paling masuk akal.&lt;/p></description></item></channel></rss>