Beberapa bulan terakhir saya nambah satu kebiasaan harian lagi. Tiap hari, nominal rupiah yang sama, dibagi ke dua token: 60% ke SPYX, 40% ke QQQX, lewat Pintu.
SPYX itu S&P 500, QQQX itu Nasdaq-100. Dua-duanya bukan ETF beneran, tapi token yang harganya mengikuti ETF aslinya. Orang menyebutnya xStocks.
Satu hal yang saya senang: kali ini yang saya kunci rupiahnya, bukan jumlah unitnya. Itu pelajaran yang saya dapat dengan agak malu di catatan DCA emas, waktu saya berbulan-bulan beli satu lot tiap hari dan baru sadar belakangan bahwa itu bukan DCA yang sebenarnya.
Jadi bagian itu sudah benar. Yang ternyata belum benar ada dua, dan dua-duanya di luar dugaan saya.
Apa yang sebenarnya saya pegang
Ini bagian yang harus jelas dulu sebelum yang lain, soalnya gampang salah paham.
Waktu saya beli SPYX, saya tidak beli satu lembar SPY. Yang saya beli itu token terbitan Backed Finance, perusahaan Swiss yang tahun lalu diakuisisi Kraken. Backed beli SPY betulan di bursa AS, menitipkannya ke kustodian (Alpaca Securities), lalu mencetak token satu banding satu di blockchain Solana.
Jadi rantainya ada tiga lapis: saya pegang token, token itu klaim atas lembar saham, lembar sahamnya dititip di kustodian. Emas ETF di BEI strukturnya mirip, cuma di sana lapisannya diawasi OJK dan KSEI, sementara di sini pengawasnya regulator Swiss dan Liechtenstein.
Konsekuensinya ada tiga, dan semuanya nyata:
- Tidak ada hak suara. Ini tidak penting buat saya, tapi tetap perlu disebut.
- Dividen tidak masuk sebagai kas. Ia otomatis diputar balik jadi tambahan saldo token lewat mekanisme rebasing. Saldo saya nambah sendiri, harga tokennya tidak.
- Saya tidak bisa menukar token jadi lembar saham betulan. Hak tebus itu ada di jalur institusional Backed, bukan di tangan pemegang ritel seperti saya.
Yang saya beli itu paparan harga, bukan kepemilikan. Buat tujuan saya itu cukup, tapi saya lebih tenang karena tahu bedanya.
Yang bikin saya kaget: 60/40 itu bukan diversifikasi
Sekarang bagian yang bikin saya duduk agak lama.
Alasan saya pakai dua produk sederhana: SPYX buat yang lebar, QQQX buat yang tumbuh, biar tidak menaruh semua di satu keranjang. Terdengar masuk akal, dan saya tidak pernah mengeceknya.
Waktu saya cek, ternyata QQQ itu hampir seluruhnya sudah ada di dalam SPY. Nasdaq-100 isinya 105 perusahaan, dan nyaris semuanya juga anggota S&P 500 yang isinya 505. Jadi menambahkan 40% QQQX bukan menambah perusahaan baru. Ia cuma mengubah timbangan perusahaan yang sudah saya punya.
Begini hasilnya kalau dihitung. Kolom terakhir itu selisih bobot campuran 60/40 dibanding kalau saya cuma pegang SPYX saja:
| SPY | QQQ | Campuran 60/40 | Selisih | |
|---|---|---|---|---|
| Micron | 1,59% | 4,61% | 2,80% | +1,21 |
| AMD | 1,15% | 3,40% | 2,05% | +0,90 |
| Tesla | 1,49% | 2,80% | 2,01% | +0,52 |
| Meta | 1,81% | 2,68% | 2,16% | +0,35 |
| Nvidia | 7,94% | 8,73% | 8,26% | +0,32 |
| Eli Lilly | 1,53% | — | 0,92% | −0,61 |
| JPMorgan | 1,44% | — | 0,86% | −0,58 |
| Berkshire | 1,38% | — | 0,83% | −0,55 |
| ExxonMobil | 1,03% | — | 0,62% | −0,41 |
Lihat dua kelompoknya. Yang naik semuanya semikonduktor dan teknologi, yang sudah saya pegang banyak sejak awal. Yang turun itu farmasi, bank, energi, dan Berkshire — justru bagian yang bikin S&P 500 tidak seragam.
Jadi yang sebenarnya saya lakukan bukan menyebar risiko. Saya memangkas sekitar 40% dari porsi bank, energi, dan farmasi saya, lalu memindahkannya ke cip yang sudah saya punya.
Ada satu angka lagi yang bikin saya diam. Kalau saya cuma pegang SPYX, sepuluh perusahaan terbesar mengisi 37,26% portofolio. Dengan campuran 60/40, angkanya jadi 40,48%. Naik tiga koma dua poin. Dan Alphabet, karena punya dua kelas saham yang dihitung terpisah, sendirian mengisi 5,71%.
Saya kira saya sedang melebarkan. Ternyata saya sedang memusatkan.
Apakah itu salah?
Belum tentu. Kalau memang saya mau condong ke teknologi, campuran ini mengerjakannya dengan benar dan ongkosnya murah.
Yang salah itu alasannya. Saya menyusun 60/40 dengan keyakinan sedang menyebar risiko, padahal efeknya kebalikan. Keputusan yang kebetulan benar karena alasan yang keliru itu tetap keputusan yang belum diuji, dan saya baru mengujinya sekarang.
Salah jam
Ini temuan kedua, dan yang ini bisa langsung saya perbaiki tanpa mengubah apa pun soal porsi.
Bursa AS buka jam 09.30 sampai 16.00 waktu New York. Diterjemahkan ke sini, itu artinya:
| Musim | Bursa AS buka, waktu WIB |
|---|---|
| September (EDT) | 20.30 – 03.00 |
| November–Maret (EST) | 21.30 – 04.00 |
Bursa AS cuma hidup waktu kebanyakan orang di sini tidur. Tapi token xStocks jalan terus, 24 jam, tujuh hari seminggu.
Pertanyaannya: kalau bursa aslinya tutup, harga tokennya ikut siapa?
Jawabannya ada di dokumen Kraken sendiri. Di luar jam bursa, market maker memakai sumber lain — platform ATS, kontrak berjangka indeks, dan model internal — untuk menaksir harga wajar. Dan kalimat berikutnya yang penting: selisih harga beli dan jualnya melebar di luar jam bursa.
Sekarang hitung kebiasaan saya. Saya beli tiap hari kalender, termasuk Sabtu dan Minggu.
| Setahun | |
|---|---|
| Pembelian saya | 365 |
| Hari bursa AS buka | ±252 |
| Beli saat pasar acuan sedang tutup | 113 |
| Di antaranya, akhir pekan | 104 — 28% dari semua pembelian |
Jadi hampir tiga dari sepuluh pembelian saya terjadi di hari ketika bursa AS tidak buka sama sekali, di spread yang menurut penerbitnya sendiri sedang melebar. Bukan karena harganya ngawur, tapi karena saya rutin membayar ongkos masuk yang lebih mahal, seratus kali setahun, tanpa alasan apa pun selain kebetulan itu jadwal saya.
Perbaikannya gratis dan tidak mengubah strategi sama sekali: pindahkan jadwal beli ke jam bursa AS buka, dan lewati akhir pekan. Nominal bulanan tetap sama, cuma dibagi ke 21 hari bursa alih-alih 30 hari kalender.
Saya akui bagian akhir pekan ini agak bikin kesal. Seluruh daya tarik “beli kapan saja, tidak usah nunggu bursa” itu justru yang diam-diam menggerus saya.
Ongkosnya berapa
Saya kumpulkan semuanya, soalnya tersebar di beberapa tempat dan tidak ada yang menagihkannya sebagai satu baris.
Yang jalan tiap tahun:
| Biaya kelola ETF aslinya (campuran) | 0,13% |
| Dividen yang hilang ke pajak AS | 0,23% |
| Total | ±0,36% setahun |
Baris kedua itu yang tadinya tidak saya perhitungkan. Dividen SPY sekitar 0,98% dan QQQ 0,42%, jadi campuran saya menghasilkan sekitar 0,76% setahun. Tapi sebelum sampai ke saldo saya, dipotong pajak AS 30%. Kalau saya pegang sahamnya langsung lewat broker dan bisa mengklaim tarif perjanjian pajak Indonesia–AS, potongannya lebih kecil. Sebagai pemegang token, jalur itu tidak ada.
Yang jalan per transaksi: biaya trading Pintu Pro di kisaran 0,12% maker dan 0,17% taker, ditambah spread yang tidak muncul sebagai tagihan.
Pajaknya, dan ini bagian yang menyenangkan: sejak PMK 50/2025 berlaku 1 Agustus 2025, PPN atas pembelian aset kripto dihapus. Pajak cuma muncul waktu menjual atau menukar, dengan PPh final 0,21% di platform lokal.
Artinya buat kebiasaan seperti punya saya — beli terus, tahan lama — pajaknya nyaris tidak terasa. Tiga ratus enam puluh lima pembelian setahun tidak kena PPh sepeser pun. Yang kena cuma nanti waktu saya jual, sekali.
Risiko yang saya terima
Saya tulis yang ini apa adanya, karena bagian ini yang paling sering dilewati di artikel-artikel promosi.
Risiko penerbit dan kustodian. Kalau Backed atau kustodiannya bermasalah, token saya bergantung pada seberapa rapi struktur pemisahan asetnya bekerja. Ada atestasi bulanan yang dipublikasikan, dan itu bagus, tapi atestasi bukan audit penuh.
Likuiditasnya tipis. Kapitalisasi SPYX sekitar $49 juta per 11 September 2026. Itu seluruh pembungkus tokennya, sementara SPY yang asli ukurannya ratusan miliar dolar. Buat pembelian receh harian saya tidak masalah. Buat keluar dalam jumlah besar dan buru-buru, itu soal lain.
Tidak bisa ditebus jadi saham. Sudah saya sebut di atas, tapi ini risiko, bukan cuma detail. Satu-satunya jalan keluar saya adalah menjualnya kembali ke pasar. Kalau pasarnya sedang sepi, ya begitulah.
Regulasinya masih muda. SPYX dan QQQX sudah tercatat di Daftar Aset Kripto CFX dan masuk Pintu sejak 5 Desember 2025, jadi statusnya di sini sah. Tapi tokenisasi saham itu barang baru di mana-mana, dan aturan barang baru cenderung mengeras belakangan.
Ada risiko kurs yang menumpuk di atas semuanya. Harga SPYX dalam dolar. Hasil rupiah saya adalah dua gerakan sekaligus, seperti yang sudah saya tulis waktu membahas ETF emas.
Jadi saya ubah apa
Dua hal, dan cuma satu yang benar-benar saya ubah.
Jadwal belinya saya pindah. Dari tiap hari kalender jadi tiap hari bursa, di jam bursa AS buka. Ini tidak mengubah nominal bulanan, tidak mengubah porsi, dan tidak menuntut saya berpikir lebih banyak. Cuma memindahkan jam. Dari semua hal di tulisan ini, ini yang paling jelas untungnya dan paling murah dikerjakan.
Porsi 60/40 saya biarkan dulu. Bukan karena saya yakin, tapi karena sekarang saya tahu apa yang sebenarnya dibelinya. Condong ke teknologi itu keputusan yang boleh saja diambil, asal diambil sadar-sadar. Yang tadinya saya kira “diversifikasi” ternyata “taruhan pada cip”, dan saya masih ingin memikirkannya beberapa minggu sebelum memutuskan.
Kalau nanti saya mengubahnya, kemungkinan besar bukan jadi 50/50 atau 70/30, melainkan jadi SPYX saja. Soalnya kalau tujuannya memang lebar, satu produk sudah lebar, dan dua produk cuma berarti dua spread yang harus saya seberangi — persis alasan yang sama yang dulu bikin saya ragu memegang XGLD dan XTRA sekaligus.
Tapi itu nanti. Yang saya kerjakan pagi ini cuma mengganti jam alarmnya.
Catatan asumsi
Posisi saya: saya memegang SPYX dan QQQX, dibeli rutin tiap hari lewat Pintu dengan porsi 60:40. Nominal hariannya tidak saya sebut. Anda berhak tahu bahwa saya punya kepentingan di sini sebelum menilai tulisannya.
Bobot portofolio saya hitung sendiri dari daftar kepemilikan SPY per 19 Agustus 2026 dan QQQ per 27 Agustus 2026, dengan rumus sederhana: 0,6 × bobot SPY + 0,4 × bobot QQQ. Bobot bergerak tiap hari, jadi angka-angka itu potret, bukan patokan. Yang tidak bergerak adalah arahnya — mencampurkan QQQ ke SPY selalu menaikkan bobot nama yang sudah besar, karena keduanya memakai kapitalisasi pasar sebagai timbangan dan QQQ isinya sebagian besar sudah ada di SPY.
Angka lain per 8–11 September 2026: SPYX sekitar $769, QQQX sekitar $716, kapitalisasi SPYX $49 juta. Dividen SPY 0,98% dan QQQ 0,42% (dua belas bulan terakhir), biaya kelola SPY 0,0945% dan QQQ 0,18%.
Hitungan hari memakai 252 hari bursa AS setahun dan 365 hari kalender. Hari libur bursa di luar akhir pekan saya bulatkan, jadi angka 113 itu perkiraan, bukan hitungan persis.
Tarif pajak mengacu PMK 50/2025 yang berlaku sejak 1 Agustus 2025: PPh final 0,21% di platform lokal, naik dari 0,1% sebelumnya, dan PPN pembelian dihapus. Potongan dividen AS 30% mengikuti keterangan resmi penerbit. Kalau nominalnya material buat Anda, tanya konsultan pajak, jangan pakai blog orang sebagai dasar.
Biaya dan ketersediaan di Pintu berdasarkan pemeriksaan saya per September 2026. Ini yang paling cepat basi. Periksa sendiri di aplikasinya hari Anda membaca ini.
Ini catatan pribadi, bukan nasihat investasi. Saham AS bisa turun, dan token yang mewakilinya bisa turun lebih dalam lagi kalau pasarnya sedang sepi.
Sumber
- xStocks Documentation — docs.xstocks.fi
- xStocks FAQ: dividen, rebasing, dan harga di luar jam bursa — Kraken
- xStocks Risk Disclosure — Kraken
- Holdings SPY per 19 Agustus 2026 — StockAnalysis
- Holdings QQQ per 27 Agustus 2026 — StockAnalysis
- PMK 50/2025: Babak Baru Pemajakan Aset Kripto — Direktorat Jenderal Pajak
- Mulai 2026, Tarif Pajak Kripto Naik Jadi 0,21% namun PPN Dihapuskan — IKPI
- Apa Itu xStocks? Mengenal Tokenisasi Saham AS — Pintu Academy
- Cara Beli Saham S&P 500 ETF (SPYX) di Indonesia — Pintu News
Komentar
Berkomentar memerlukan akun GitHub. Tulisan Anda tersimpan sebagai diskusi publik di repositori situs ini.