Dari 100 ke 71,95
Lima bulan, Juni sampai Oktober 2026, dengan pola makan keto yang makin lama makin condong ke carnivore. Berat saya turun dari 100 kg ke 71,95 kg. Ini catatan apa yang saya ubah, apa yang berat, dan apa yang belum saya tahu.
Awal Juni timbangan saya menunjukkan 100 kg. Akhir Oktober angkanya 71,95 kg.
Selisihnya 28,05 kg dalam lima bulan. Karena titik awalnya pas seratus, kebetulan itu juga 28 persen dari berat badan saya waktu itu. Kira-kira seperempat lebih dari diri saya yang dulu sudah tidak ada.
Tulisan ini catatan perjalanan itu. Saya bukan dokter dan bukan ahli gizi, jadi yang ada di sini pengalaman satu orang, bukan resep.
Kenapa mulai
Tidak ada hasil lab yang mengagetkan dan tidak ada dokter yang menyuruh. Alasannya berat badan itu sendiri. Angka tiga digit di timbangan, dan badan yang terasa sesuai dengan angka itu.
Di tulisan Kebiasaan Kecil yang Menyusun Hari saya mengaku tidak pernah benar-benar berhasil dengan perubahan besar. Mengganti cara makan jelas termasuk perubahan besar. Jadi waktu mulai, saya sendiri tidak terlalu yakin ini akan bertahan lewat minggu kedua.
Yang saya ubah
Intinya satu: menekan karbohidrat dan gula sejauh mungkin.
Yang hilang dari piring saya kurang lebih semua yang biasanya jadi pusat makan orang Indonesia. Nasi, mi, roti, gorengan bertepung, teh manis, kue. Gula dalam bentuk apa pun.
Yang tersisa dan jadi makanan utama: daging, telur, dan ikan. Sayur masih ada, tapi sesekali saja.
Di awal polanya keto biasa, dengan sayur hijau yang masih cukup sering. Makin ke sini, porsi sayurnya makin kecil dan makanan hewaninya makin dominan. Sekarang saya menyebutnya keto yang condong ke carnivore. Belum full carnivore, karena sayur belum benar-benar hilang, tapi arahnya ke sana.
Minggu-minggu awal
Ini satu-satunya bagian yang benar-benar berat.
Di minggu-minggu awal badan saya lemas. Tenaga rasanya turun, dan pekerjaan yang biasa saja terasa lebih melelahkan. Orang yang menjalani keto menyebutnya keto flu, dan dari yang saya baca, ini umum terjadi waktu badan berhenti mendapat pasokan karbohidrat yang biasa ia pakai sebagai bahan bakar.
Yang biasanya disarankan untuk masa ini: cukup minum, dan jangan terlalu pelit garam, karena di awal keto badan membuang air dan garam lebih banyak dari biasanya. Lemasnya juga tidak selamanya. Buat saya, ia lewat, dan setelah itu tidak kembali lagi.
Kendala yang sering diceritakan orang lain, seperti ngidam nasi atau susah menolak ajakan makan, ternyata tidak terlalu saya rasakan. Saya tidak tahu kenapa. Mungkin saya beruntung, mungkin juga karena lemasnya di awal sudah cukup jadi ujian, dan sesudah melewatinya rasanya sayang kalau mulai dari nol lagi.
Soal angkanya
Rata-rata, turunnya sekitar 1,3 kg per minggu. Tapi rata-rata itu menyembunyikan bentuknya.
Penurunan di minggu-minggu pertama keto biasanya jauh lebih cepat, dan sebagian besar dari itu air. Karbohidrat disimpan di otot dan hati bersama air, jadi waktu simpanannya habis, airnya ikut keluar. Angka di timbangan turun drastis, dan itu menyenangkan, tapi belum semuanya lemak.
Setelah itu turunnya lebih pelan dan lebih wajar. Lima bulan memberi cukup waktu supaya angka akhirnya tidak lagi cuma soal air.
Saya juga sadar 1,3 kg per minggu itu termasuk cepat. Untuk berat awal 100 kg mungkin masih masuk akal, tapi saya tidak akan bilang kecepatan ini cocok untuk semua orang.
Yang belum saya tahu
Timbangan cuma mengukur satu hal. Ia tidak memberi tahu kolesterol saya sekarang berapa, gula darah saya bagaimana, atau apakah ada hal lain yang berubah di dalam. Pola makan yang tinggi daging dan lemak, pada sebagian orang, bisa menaikkan kolesterol LDL. Apakah itu terjadi pada saya, saya belum tahu.
Saya juga belum tahu apakah pola ini akan saya jalani terus, atau suatu saat dilonggarkan, dan kalau dilonggarkan, apakah beratnya ikut kembali. Lima bulan cukup untuk menurunkan berat. Untuk tahu apakah ia bertahan, butuh waktu yang jauh lebih lama.
Kalau Anda ingin mencoba
Beberapa hal yang menurut saya perlu disampaikan, walaupun saya sendiri bukan contoh yang paling hati-hati:
- Kalau Anda minum obat diabetes atau darah tinggi, bicarakan dulu dengan dokter. Memangkas karbohidrat bisa membuat gula darah atau tekanan darah turun cukup cepat, dan dosis obatnya mungkin perlu disesuaikan. Ini bukan bagian yang bisa dicoba sendiri.
- Cek darah sebelum dan sesudah. Tanpa angka awal, susah tahu apa yang sebenarnya berubah selain berat badan.
- Minggu-minggu awal memang tidak enak. Kalau Anda lemas, itu bukan tanda Anda gagal.
Sekarang
Timbangan terakhir 71,95 kg. Saya masih makan dengan pola yang sama, dan untuk sementara belum ada rencana mengubahnya.
Catatan: tulisan ini pengalaman pribadi, bukan nasihat medis. Angka berat badannya hasil timbangan saya sendiri, awal Juni dan akhir Oktober 2026. Kalau Anda berniat mengubah pola makan sedrastis ini, apalagi dengan kondisi kesehatan tertentu, bicarakan dulu dengan dokter.
Komentar
Berkomentar memerlukan akun GitHub. Tulisan Anda tersimpan sebagai diskusi publik di repositori situs ini.