Menu Home

Menghitung 1 Ramadhan 1436H

Sudah kurang lebih satu bulan saya gak nulis apa-apa di blog ini. Nah, kali ini, di penghujung bulan Sha’ban, saya ingin berpartisipasi untuk melakukan hisab dan rukyat penentuan awal Ramadhan. Saya pernah mendengar bahwa belajar Ilmu Falak merupakan salah satu sunnah untuk umatnya Nabi Muhammad SAW, dan agar kita tidak sekedar ikut-ikutan dan tetap berpikir kritis dalam menyambut bulan Ramadhan yang kita cintai ini.

Sering sekali terjadi perbedaan hari dalam penentuan awal bulan Ramadhan ini, apalagi salah satu ormas biasanya jauh hari sudah menentukan tanggalnya sendiri, sehingga “ada” yang beranggapan bahwa perhitungan yang canggih hanya dari ormas ini. Padahal pemerintah pun juga menggunakan perhitungan dan alat yang canggih untuk melakukan perhitungan, sama seperti dengan salah satu ormas tersebut. Namun biasanya pemerintah juga mempertimbangkan Rukyat sebagai salah satu kriterianya karena memang ada hadits shahih untuk melakukan Rukyat (melihat bulan) dalam penentuan awal bulan.

Atas dasar itulah, saya sebagai rakyat Indonesia ingin ikut bersumbangsih dalam penentuan awal Ramadhan 1436 H. Saya menggunakan metode Hisab dan juga mempertimbangkan Rukyat sebagai penentuan awal Ramadhan, yang biasa disebut dengan Hisab Imkan Rukyat. Perhitungan Altitude, Azimuth dari Bulan dan Matahari menggunakan Software Accurate Times yang bisa di unduh gratis. Patokan koordinat tempat saya melakukan perhitungan adalah: 0º 05’ LS 109º 22’ BT.

Untuk diketahui, telah ada kesepakatan di sidang itsbat penggunaan kriteria Hisab Imkan Rukyat dengan angka saktinya (2 – 3 – 8), yaitu :

  • Tinggi (Altitude) minimal 2 derajat (Minimal hilal bisa dilihat secara kasat mata)
  • Jarak Bulan Matahari minimal 3 derajat
  • Umur bulan 8 jam

Dan ada juga kriteria usulan dari Bapak T. Djamaluddin mengenai kriteria Hisab Imkan Rukyat, yaitu:

  • Beda tinggi minimal Bulan Matahari 4 derajat
  • Jarak bulan matahari minimal 6,4 matahari

Sebelum memulai saya akan menyajikan gambar penampakan pergerakan bulan di dunia pada tanggal 16 Juni 2015 dan 17 Juni 2015 sebagai langkah awal sebelum kita melakukan perhitungan lebih lanjut.

16 Jun 2015 - Ramadan 1436 Penampakan Pergerakan Bulan 16 Juni 2015

Dari gambar tersebut di atas (16 Juni 2015) tampak bahwa bulan untuk wilayah Indonesia masih dibawah horizon. Lihat garis arsir berwarna merah yang menunjukkan bahwa hilal tidak mungkin bisa dilihat. Sehingga tanggal ini tidak cocok dijadikan tanggal untuk meRukyat. Dan saya juga telah memasukkan data jam masuknya Maghrib dalam penentuan parameter Rukyat di software tersebut dan didapat bahwa bulan masih berada di bawah horizon. Sehingga kalau hari Selasa – 16 Juni 2015 ada yang bersaksi melihat hilal, maka kesaksiannya patut untuk tidak diikuti karena kesaksiannya adalah dusta.

Gambar selanjutnya, saya tampilkan gambar penampakan pergerakan Bulan tanggal 17 Juni 2015 yang kemungkinan adalah waktu yang tepat untuk melakukan Rukyat.

17 Jun 2015 - Ramadan 1436 Penampakan Pergerakan Bulan 17 Juni 2015

Dari gambar tersebut di atas (17 Juni 2015) tampak bahwa hilal untuk wilayah Indonesia sudah dapat dilihat secara kasat mata, coba lihat garis arsir berwarna merah muda (magenta). Nah, hari inilah hari yang cocok untuk melakukan Rukyat. Dan saya juga telah memasukkan data jam masuknya waktu Maghrib untuk penentuan lokasi hilal akan didapat angka-angka yang nantinya akan kita jadikan sebagai data awal untuk melakukan Rukyat.

Untuk mengetahui posisi Bulan pada tanggal 17 Juni 2015 bisa dilakukan dengan mudah dengan menggunakan Software Accurate Times dengan terlebih dahulu mengetahui kapan waktu Maghrib saat tanggal 17 Juni 2015, pada contoh kasus kali ini diketahui waktu Maghrib pada tanggal 17 Juni 2015 ada di pukul 17.47. Sehingga diketahui:

  • Altitude Bulan : 9º 01′ 26″ = 9,02388º
  • Altitude Matahari : -0º 04′ 26″ = -0,07388º
  • Azimuth Bulan :  288º 33′ 27″ = 288,5575º
  • Azimuth Matahari : 293º 22′ 26″ = 293,37388º

Dengan data-data tersebut di atas, maka kita akan melakukan perhitungan:

Tinggi Bulan = 9,02388º

Beda Tinggi Bulan Matahari = 9,02388º – (-0,07388º) = 9,02388º + 0,07388º = 9,09776º

Beda Azimuth Bulan Matahari = 293,37388º – 288,5575º = 4,81638º

Jarak Bulan Matahari = akar (9,09776^2 + 4,81638^2) = akar (82,769 + 23,198) = akar (105,967) = 10,29º

===

Sesuai dengan kriteria Hisab Imkan Rukyat Kesepakatan ( 2 – 3 – 8):

Tinggi Bulan = 2

Pada tanggal 17 Juni 2015, tinggi bulan sudah mencapai 9,02388 sehingga dengan melihat parameter tersebut dapat disimpulkan bahwa 17 Juni 2015 ba’da Maghrib sudah masuk tanggal 1 Ramadhan.

Jarak Bulan Matahari = 3

Pada tanggal 17 Juni 2015, jarak Bulan Matahari sudah mencapai 10,29 sehingga parameter ini sudah bisa dinyatakan bahwa ba’da Maghrib sudah masuk 1 Ramadhan.

Umur Bulan = 8 jam

Karena 2 parameter awal sudah menunjukkan bahwa ba’da Maghrib sudah masuk 1 Ramadhan, maka variabel ini tidak diperlukan.

===

Nah dari hasil tersebut tampak bahwa pada tanggal 17 Juni 2015 tepatnya saat masuk Maghrib adalah permulaan bulan Ramadhan, sehingga pada tanggal 17 Juni 2015 (malam Kamis) kita sudah mulai Taraweh, dan permulaan puasa adalah pada hari Kamis, 18 Juni 2015.

Dan yang terakhjir dan yang paling penting, saya mau mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin, semoga amal Ibadah yang Insya Allah akan kita laksanakan ini mendapat Ridho Allah SWT. Amiiin… 🙂

Bahan Bacaan:

  1. http://tdjamaluddin.wordpress.com/2012/08/15/hisab-imkan-rukyat-mudah-dan-memberi-kepastian-idul-fitri-1433/
  2. http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/08/02/analisis-visibilitas-hilal-untuk-usulan-kriteria-tunggal-di-indonesia/

 

Categories: Agama

Tagged as:

rizko

Tinggalkan Balasan