Menu Home

Menentukan 1 Syawal 1436H

Puasa belum dimulai, sore nanti rencananya baru akan dimulai sidang Itsbat oleh Pemerintah, Ormas Islam dan Astronom serta para pakar Ilmu Falak untuk menentukan kapan tepatnya masuk 1 Ramadhan 1436. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya di artikel sebelumnya, bahwa ada pendapat dikalangan awam yang menyatakan bahwa hasil Hisab dari salah satu Ormas yang biasanya jauh hari sudah menentukan tanggal pasti 1 Ramadhan dan 1 Syawal adalah yang paling benar dan paling akurat, mereka mungkin lupa dengan Hadits Rasulullah SAW terkait penentuan awal bulan, yang bisa ditemukan pada artikel-artikel berikut :

  1. http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/275/penentuan-awal-ramadhan/
  2. http://muslim.or.id/ramadhan/menentukan-awal-ramadhan-dengan-hilal-dan-hisab.html
  3. http://www.arrahmah.com/ramadhan/penetapan-awal-ramadhan.html

Di Indonesia sendiri, Pemerintah bersama Ormas Islam serta Ahli Ilmu Falak biasanya menggunakan metode Hisab Imkan Rukyat, yaitu metode Hisab (berhitung) dengan juga memperhatikan Rukyat sebagai penentu akhirnya. Metode Hisab digunakan untuk menentukan hari yang pas, sudut, ketinggian dari bulan yang bisa dilihat oleh mata (Rukyat). Sehingga dihasilkan angka patokan (2 – 3 -8), yaitu:

  • Tinggi Bulan minimal adalah 2 derajat.
  • Jarak Bulan Matahari minimal adalah 3 derajat.
  • Umur Bulan 8 jam

Tampak di sini bahwa, Pemerintah dan Ormas Islam serta para Ahli Ilmu Falak tidak main-main dalam hal ini. Mereka juga menggunakan perhitungan yang canggih, namun tetap menjadikan Rukyat (melihat hilal) sebagai penentu berdasarkan Hadits Rasulullah yang menjadikan melihat Hilal sebagai landasan awal bulan Ramadhan dan Syawal.

Di zaman yang modern saat ini, kita sebagai orang awam bisa memvisualisasikan penampakan bulan bahkan hingga ribuan tahun yang akan datang seperti juga klaim salah satu “Ormas Islam” yang biasanya berani tampil beda itu. Jadi saya sangat yakin seyakin2nya Pemerintah pun bisa melakukan itu, walaupun biasanya tetap dilakukan sidang terbuka sebagai tempat musyawarah dan mufakat. Dan di tulisan kali ini saya akan mengajak teman-teman sesama awam juga ikut melakukan perhitungan bersama dan melakukan Rukyat digital dalam menentukan awal bulan, pada contoh kasus kali ini adalah awal Bulan Syawal 1436 Hijriah.

===

Di artikel sebelumnya, kita sudah mengetahui bahwa 1 Ramadhan 1436 H jatuh ba’da Maghrib 17 Juni 2015 sehingga kita mulai puasa pada tanggal 18 Juni 2015, maka hari ke 29 Ramadhan jatuh pada tanggal 16 Juli 2015, sehingga hari Kamis tanggal 16 Juli 2015 kita jadikan patokan awal kita untuk melakukan Hisab Imkan Rukyat.

Berikut saya tampilkan gambar pergerakan bulan pada tanggal 16 Juli 2015 :

16 Juli - Shawwal 1436

Pergerakan Bulan tanggal 16 Juli 2015

Tampak bahwa Indonesia berada di garis arsir warna putih, berdasarkan gambar tidak mungkin untuk melihat Hilal dengan mata telanjang biasa (arsir putih), namun Bulan tampaknya sudah berada di atas ufuk karena Ramadhan sudah berada pada hari ke 29, sehingga pantas bagi kita untuk melakukan perhitungan Tinggi Bulan dan Jarak Bulan Matahari pada tanggal ini.

Dengan menggunakan Software Accurate Times, kita dapat menentukan saat masuknya waktu Maghrib sebagai data awal untuk melakukan perhitungan Tinggi Bulan, Tinggi Matahari, Azimuth Bulan, Azimuth Matahari yang nantinya akan kita gunakan untuk melakukan perhitungan. Oh ya saya lupa, koordinat perhitungan saya pakai koordinat Pontianak, salah satu titik di kota Pontianak.

Diketahui:

  • Waktu Maghrib (16 Juli 2015) = 17.52 WIB
  • Tinggi Bulan  = 02º:16′:47″ = 2,27972º
  • Tinggi Matahari = -00º:02′:46″ = -0,04611º
  • Azimuth Bulan = 286º:02′:54″ = 286,0483º
  • Azimuth Matahari = 291º:22′:20″ = 291,3722º

Sehingga:

Beda Tinggi Bulan Matahari = 2,27972º – (-0,04611º) = 2,32583º

Beda Azimuth Bulan Matahari = 291,3722º – 286,0483º = 5,3239º

Jarak Bulan Matahari = akar(2,32583^2 + 5,3239^2) = akar (5,4094 + 28,3439) = akar(33,7533) = 5,8º

===

Kesimpulan:

Dari hasil perhitungan tersebut di atas, didapatkan angka:

  • Tinggi Bulan = 2,27972º (kesepakatan minimal 2)
  • Jarak Bulan Matahari = 5,8º (kesepakatan minimal 3)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanggal 16 Juli 2015 ba’da Maghrib adalah awal masuknya 1 Syawal 1436 H, sehingga tanggal 17 Juli 2015 kita Sholat Idul Fitri.

===

Dengan kemajuan zaman, sudah selayaknya kita seharusnya bersatu dalam masalah penentuan awal Ramadhan dan awal Syawal ini, dan sebagai orang awam, saya akan ikut Pemerintah (mayoritas) apalagi ternyata justru Pemerintah berpegang teguh pada Hadits yang diriwayatkan oleh Imam ahli Hadits yang empat, yaitu dengan melihat Hilal dalam penentuan bulan Ramadhan dan bulan Syawal.

Categories: Agama

Tagged as:

rizko

Tinggalkan Balasan