Saya baru saja membeli XGLD tanpa menghitung apa pun. Ketik nominal rupiahnya, tekan beli, selesai.
Kedengarannya biasa saja. Tapi sebulan terakhir saya membeli ETF emas dengan cara yang lain: satu lot tiap hari bursa, yang berarti seratus unit sekaligus, yang berarti sekitar Rp25.400 entah saya mau angka itu atau tidak.
Bedanya ada di satu fitur di IPOT Fund bernama Power Fund Series.
Berita-beritanya menyorot bagian yang lain
Waktu XGLD dikabarkan bisa dibeli mulai 0,1 miligram, hampir semua judul memakai angka itu. Mulai Rp250. Nabung emas tanpa nunggu gajian.
Angkanya tidak salah. Satu unit XGLD mewakili 0,1 mg emas, dan harganya memang di kisaran Rp254 belakangan ini.
Cuma, modal minimum bukan persoalan saya. Saya tidak sedang kesulitan mengumpulkan Rp25.400, dan dugaan saya banyak orang yang membaca berita itu juga tidak.
Yang jadi persoalan adalah angka Rp25.400 itu sendiri: saya tidak bisa mengubahnya.
Lot yang selebar belanja harian
Di bursa, ETF diperdagangkan dalam lot seperti saham biasa. Satu lot seratus unit. Di harga Rp254, satu lot XGLD menebus sekitar Rp25.400.
Sekarang bandingkan dengan anggaran harian saya. Saya menyisihkan sekitar Rp50.000 per hari bursa untuk dua ETF emas, jadi jatah XGLD sekitar Rp25.400.
Angkanya sama. Satuan terkecil yang tersedia buat saya sama besar dengan seluruh belanja satu hari.
Akibatnya begini. Kalau suatu hari saya ingin belanja Rp20.000 saja, tidak bisa. Kalau ingin Rp30.000, juga tidak bisa. Pilihan saya cuma Rp25.400 atau Rp50.800 — nol lot, satu lot, dua lot.
| Yang saya inginkan | Yang bisa saya beli | Selisih |
|---|---|---|
| Rp20.000 | Rp25.400 (1 lot) | +Rp5.400 |
| Rp25.000 | Rp25.400 (1 lot) | +Rp400 |
| Rp30.000 | Rp25.400 (1 lot) | −Rp4.600 |
| Rp40.000 | Rp25.400 (1 lot) | −Rp14.600 |
Rata-rata saya meleset sekitar seperdua lot dari sasaran, atau sekitar 50,8% anggaran harian. Itu bukan ongkos yang dipotong dari rekening; tidak ada baris biaya yang bertambah. Ia cuma berarti rencana saya dan pembelian saya jarang berhimpit.
Lewat Power Fund Series, satuan pesanannya rupiah. Saya ketik angkanya. Kalaupun di belakang layar unitnya tetap dibulatkan, sisa yang tersangkut paling banyak seharga satu unit — Rp254, bukan Rp25.400. Rata-rata melesetnya turun jadi sekitar 0,51%.
Perbaikannya seratus kali lipat, sebesar ukuran lot.
Sambungannya ke catatan DCA bulan lalu
Di catatan DCA saya bulan ini, saya menemukan sesuatu yang membuat saya agak malu: yang selama ini saya jalankan bukan DCA.
Inti DCA adalah rupiahnya yang dikunci dan jumlah unitnya yang dibiarkan bergerak. Waktu harga turun, uang yang sama kebagian lebih banyak unit. Kalau yang dikunci justru jumlah lotnya, mekanisme itu tidak jalan — saya membeli seratus unit hari ini dan seratus unit besok, sama saja harganya sedang murah atau sedang mahal.
Selisihnya saya hitung waktu itu: 0,37% di volatilitas normal, sampai 4,03% kalau harga bergejolak. Lebih besar daripada seluruh perdebatan soal harian-versus-bulanan, yang cuma bernilai 0,07%.
Waktu itu saya menyimpulkan dengan kompromi: patok anggaran di kepala, dan kalau harga sedang turun cukup jauh, satu lot dijadikan dua. Saya menulisnya sambil tahu itu jawaban yang kasar.
Ternyata memang tidak ada jawaban yang lebih halus. Dengan satuan lot, aturan serapi apa pun tetap berujung di dua angka yang sama.
Dengan satuan rupiah, saya tinggal mengetik angka yang saya mau. Tidak ada yang perlu disiasati.
Apa yang sebenarnya ditawarkan Power Fund Series
Di dalam aplikasinya ada tabel perbandingan tiga kolom: reksa dana biasa, ETF, dan Power Fund Series. Ini materi pemasaran, dan saya membacanya sebagai materi pemasaran — tapi baris-barisnya cukup spesifik untuk diuji nanti.
Yang saya catat:
| Reksa dana | ETF | Power Fund Series | |
|---|---|---|---|
| Pesanan dalam nominal rupiah | ya | tidak | ya |
| Kelipatan 1 unit | ya | tidak | ya |
| Kelipatan 100 unit (lot) | ya | ya | ya |
| Harga NAB langsung (live) | tidak | ya | ya |
| Harga NAB akhir hari | ya | tidak | ya |
| Transaksi sepanjang jam bursa | tidak | ya | ya |
| Penyelesaian 2 hari | tidak | ya | ya |
Baris pertama itu yang saya cari. Sisanya menarik karena Power Fund Series mencentang hal-hal yang di dua kolom lain saling meniadakan: ia bisa ditransaksikan langsung seperti ETF, tapi juga menerima nominal rupiah seperti reksa dana.
Ada satu baris lagi yang saya perhatikan, soal sumber likuiditas. ETF biasa menariknya dari dua tempat — saham di portofolio dan pasar sekunder BEI. Power Fund Series mencentang empat, dengan tambahan manajer investasi dan dealer partisipan.
Kalau benar begitu, pesanan saya tidak selalu harus menunggu ada orang di seberang buku order. XGLD baru tercatat sebulan lebih dan volumenya masih tipis, jadi ini mestinya cukup berarti. Seberapa berarti, saya belum tahu.
Yang saya beli tetap XGLD yang sama
Perlu saya tegaskan, karena ini sempat membingungkan saya sendiri: Power Fund Series bukan produk lain. Ia cara lain membeli produk yang sama.
XGLD tetap Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia, tercatat di BEI sejak 10 Agustus 2026, dikelola PT Indo Premier Investment Management. Emas fisiknya disediakan dan disimpan PT Pegadaian, bank kustodiannya Deutsche Bank AG Jakarta. Minimal 95% asetnya emas fisik dengan kemurnian standar LBMA. Semua ini sudah saya tulis waktu lima ETF emas itu baru meluncur.
Satu pemeriksaan kecil yang saya lakukan sebelum percaya pada angka Rp254 itu. Kalau satu unit betul-betul mewakili 0,1 mg, berarti harga emas yang tersirat sekitar Rp2,54 juta per gram.
| Per gram | |
|---|---|
| Harga jual Antam, 18 September | Rp2.623.000 |
| Tersirat dari harga XGLD | Rp2.540.000 |
| Harga buyback Antam | Rp2.458.000 |
Duduk di antara keduanya, persis seperti yang saya harapkan. ETF mengikuti harga spot tanpa menanggung ongkos cetak dan margin toko, jadi ia semestinya lebih murah dari harga jual Antam dan lebih mahal dari harga buyback-nya. Angkanya konsisten.
Yang belum saya pastikan
Saya belum bisa bilang cara ini lebih murah. Cuma lebih presisi.
Di hitungan saya sebelumnya, yang paling mahal bukan komisi broker. Spread memakan Rp30.876 setahun, hampir dua kali lipat komisi Rp18.525. Jadi pertanyaan yang menentukan bukan berapa tarif belinya, tapi apakah saya masih menyeberangi selisih bid-ask.
Tabel tadi mengisyaratkan tidak, atau setidaknya tidak selalu. Tapi tabel bukan nota transaksi, dan saya belum punya cukup nota untuk membantah atau membenarkannya.
Tarif belinya pun belum saya cocokkan. Sumber-sumber publik yang saya temukan malah saling bertabrakan — ada yang menyebut 0,19%, ada yang 0,28%. Saya belum menemukan keterangan resmi soal ada-tidaknya minimum fee per transaksi, dan itu justru yang paling menentukan kalau belanja hariannya kecil. Membeli senilai Rp250 jadi konyol kalau tiap pesanan kena biaya tetap beberapa ribu rupiah.
Jadi bagian ini saya biarkan menggantung sampai ada beberapa bulan riwayat untuk dilihat.
Satu lagi, di luar urusan biaya: tabel yang sama menyebut Power Fund Series mengizinkan posisi dengan leverage. Membeli emas dengan utang persoalan yang sama sekali lain dari menabung emas pelan-pelan, dan tidak ada satu kalimat pun di tulisan ini yang berlaku untuk itu.
Catatan asumsi
Harga XGLD yang saya pakai sekitar Rp254 per unit, kisaran yang tercatat pertengahan September 2026. Harga emas Antam per 18 September 2026: Rp2.623.000 jual, Rp2.458.000 buyback. Anggaran harian Rp50.000 untuk dua produk adalah anggaran saya sendiri; angka 50,8% dan 0,51% diturunkan dari situ, jadi keduanya berubah kalau anggaran Anda berbeda. Galat rata-rata saya hitung sebagai setengah langkah terkecil dibagi anggaran harian.
Keterangan mekanisme Power Fund Series berasal dari tabel perbandingan di dalam aplikasi IPOT dan dari halaman edukasi Indo Premier. Saya belum memverifikasi perilaku biaya dan spread-nya dari transaksi sendiri.
Saya memegang XGLD dan XTRA, dan masih membeli keduanya secara rutin. Tulisan ini catatan pribadi, bukan rekomendasi investasi. Lembar biaya dan fitur aplikasi bisa berubah kapan saja — jangan percaya angka di blog orang, termasuk blog ini.
Sumber
- ETF Emas XGLD Hadir, Investasi Emas Mulai dari 0,1 Miligram — Liputan6
- Mau Nabung Emas tapi Modal Tipis? Bisa Mulai dari 0,1 Miligram — Kompas
- Investasi Emas Berubah, Kini Bisa Mulai dari 0,1 Miligram — Investor.id
- Bagaimana Cara Membeli Unit Penyertaan Reksa Dana ETF — Indo Premier
- Indo Premier setarakan investor besar-kecil lewat Power Fund Series — ANTARA
- Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) — KSEI
- Harga Emas Antam Hari Ini 18 September 2026 — Media Indonesia
Komentar
Berkomentar memerlukan akun GitHub. Tulisan Anda tersimpan sebagai diskusi publik di repositori situs ini.