Menu Home

Cerita Sertifikasi

Pas kebetulan lagi diklat nih, dan pas pula orang-orang di luar sana lagi heboh dengan rencana Sertifikasi Ulama, dan saya tertarik ingin nulis soal Sertifikasi ini. Kesel dan ngeri juga dibuatnya, heboh ini cocok dengan ciri-ciri akhir jaman yang saya denger dari para ulama dan buku-buku karangan ulama yang Insya Allah menjadi panutan saya.

Saya orang sekolahan, dengan pendidikan terakhir S2, yang namanya sertifikasi saya mah hobby banget, mulai dari Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa hingga sertifikasi yang lainnya beberapa saya punya. Beberapa keahlian saya miliki, ya walaupun belum ada sertifikasinya, khususnya dalam dunia per-serveran, coding, dan masalah kelistrikan dan energi, mulai dari hal yang teknis hingga masalah perencanaan.

Heboh Sertifikasi Ulama ini membuat saya benar-benar sangat muak dan ingin muntah, apalagi jika melihat orang-orang yang mengusulkan ini dan para antek-anteknya. Gimana gak muak coba, saat ini, mereka orang-orang bodoh dan zalim itu mengomentari seorang Ulama yang pada umumnya adalah orang-orang yang hebat dengan pendidikan dan keilmuannya dan Alhamdulillah dapet berkah dan hidayah paham dan jujur dengan agamanya. Rata-rata tamatan (boleh dicek) adalah minimal tamatan IAIN, banyak yang LC dan bahkan banyak pula yang sudah Doktor dibidangnya. Jadi pertanyaannya apa yang mau di sertifikasi lagi, apalagi pemahaman Agama ini adalah berkah dan hidayah dari Allah SWT yang didukung dengan pendidikan yang didapatkannya secara dunia.

Kalo mau jujur, mantan Presiden kita aja ada yang cuma tamatan SMA inget loh CUMA SMA dan dia bisa jadi Presiden, kenapa nggak di usulkan saja sekalian sertifikasi untuk para pejabat negara yang jelas bisa lebih terukur, semisal Presiden, Gubernur, Walikota/Bupati, Anggota Dewan dan lain sebagainya. Yang Adil donk, dan sekalian juga sertifikasi Pendeta, Biksu, Romo, dan lain-lainnya.

Pemimpin-pemimpin negeri ini sepertinya makin nora’ dalam menyikapi segala hal, mmm mungkin karena gak ada yang punya kompetensi dalam memimpin negeri kali yah …

Categories: Opini

Tagged as:

rizko

Tinggalkan Balasan