Donor Darah Untuk Kemanusiaan

tumblr_inline_myiawfa2wq1qf05bhDari Hari Senin kemaren, sudah mulai diabsen dan diusulkan untuk ikutan Donor Darah di Balai Petitih Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada hari ini, dari pagi sampai jam kantor selesai.

Memang sudah jadwalnya juga saya harus segera mengeluarkan mendonorkan darah yang ada dalam tubuh ini, biar sirkulasi darah di dalam tubuh menjadi lancar dengan harapan semoga bisa bermanfaat untuk kemanusiaan.

Pagi Tadi, sehabis latihan gowes untuk persiapan Tour Of Merdeka hari Minggu, 14 Agustus nanti, langsung siap-siap berangkat ke Kantor Gubernur. Dan, ternyata yang antri sudah banyak, dan sedihnya saya dapet nomor urut 148 hehehe

Alhamdulillah, saya mesti nunggu sekitar 2 jam, dengan tetap gembira tidak mengeluh biar pas di tensi darahnya gak naek hehehe.

Alhamdulillah lagi, akhirnya giliran saya tiba, dan Alhamdulillah lagi tekanan darah saya cantik sekali (120/80) dan Alhamdulillah lagi HB saya bagus sehingga saya bisa lanjut ke tempat eksekusi.

Sekitar jam 11.17 AM menjelang Sholat Jum’at saya sudah berada di tempat eksekusi untuk diambil darahnya, dan kira-kira lima menit kemudian sudah selesai dengan lancar tanpa kendala dengan perasaan senang dan bahagia darah bisa diambil dengan lancar, semoga bisa dimanfaatkan untuk yang membutuhkannya.

Langkah selanjutnya adalah pasang jadwal untuk 3 bulan yang akan datang untuk Donor Darah lagi 🙂

Dan pesannya, ayo donor darah, jangan pelit, jangan takut, kita donor darah untuk kemanusiaan … 🙂

Mainan Anak Pedalaman

13891959_10207054035337693_7286905706633537586_nHiburan bagi anak-anak pedalaman ternyata gak kalah menarik dan kreatif dibandingkan dengan mainan anak-anak kota. Di pedalaman kondisi dan sumbangsih alam menjadi salah satu faktor utama, dan kreatifitas membuatnya menjadi berwarna.

Lihat saja foto di samping yang saya ambil tanggal seminggu yang lalu di salah satu dusun Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak.

Tampak seorang kakek sedang menemani cucunya yang sedang bermain “mobil-mobilan” tampak bahagia dan semangat mendorong mainannya sementara sang kakek mengikutinya dari belakang.

Pelajaran yang sangat berarti untuk hidup ini, bahwa kebahagiaan bisa didapatkan oleh siapa saja. Rasa syukurlah yang membuat semua menjadi sangat menyenangkan 🙂

Bom di Sarinah

Kaget juga denger temen ngomongin soal Bom di Sarinah saat di Mushala tadi. Mudah-mudahan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Jadi teringat cerita Bom pada tahun 2000, kami kakak beradik (4 orang) bisa dibilang hampir juga menjadi korban.

Saat itu kami ber-empat hendak pergi ke Jatinegara Plaza untuk beli baju lebaran, kebetulan rumah tempat kami nginap berada di jalan bunga tepat di samping Gereja Masudirini. Dan kami melewati Gereja tersebut untuk pergi ke ATM BNI yang ada disebelah Gereja tersebut.

Baca Selengkapnya

Uji Kekerasan Batu

11234047_10207483991483902_3958378798724737982_nRekan kami yang bernama Mr. Ohang punya alat canggih bermerek Gemlogis untuk menguji batu-batu mulia. Dengan mahar Rp. 10.000,- saja Mr. Ohang akan beraksi dengan ilmu uji batu yang dimilikinya.

Ada yang gembira dan adapula yang manyun bersedih hati karena mengetahui ternyata oh ternyata batunya adalah batu imitasi. Dan batu akik saya mendapat angka 4 – 5 dari hasil ujinya … 🙂

Salut untuk Mr. Ohang dengan kegiatan barunya yang sepertinya sangat serius dijalaninya, sekedar saran, tolong donk dibuatkan semacam sertifikat kecil yang berisi jenis batu, foto dan tanda tangan Mr. Ohang disitu biar hati kami senang punya bukti bahwa batu kami asli hehehe

Gila Batu Akik

Setelah sekian lama menjadi penonton, akhirnya saya pun jadi termasuk orang gila yang memakai batu akik hehehe. Sebenarnya bukannya saya tidak suka dengan batu akik, masalahnya ring pengikat untuk koleksi beberapa batu yang saya miliki ukurannya gak ada yang cukup dengan jari-jari tangan saya yang besarnya aduhai dengan ukuran minimal 12, sedangkan sebagian besar ring yang ada ukuran maksimalnya adalah 10.

Nah, akhirnya ketemu juga sama penjual ring yang bisa memodifikasi ukuran ring dengan hasil yang rapi, dan tralalala jadilah 3 buah cincin batu akik yang membuat kedua tangan saya jadi rame hehehe.

DSC02311 DSC02313

Mulai dari kiri, berwarna putih bening kekuning-kuningan dengan nama pasar “Batu Akik Suliki”, pemberian dari teman satu ruangan asli dari Padang dengan bentuk awal berupa bongkahan.

Kemudian yang berwarna coklat dengan motif susu hasil nyari di jalanan pas Survey di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, modalnya cuman martil buat getok2 batu di pinggir jalan hehehe, spesifikasinya “Jasper” atau orang biasa bilang “Ati Ayam”, oh ya, bagian putihnya tembus cahaya loh.

Nah, yang terakhir berwarna hijau, batu pemberian dari teman saya lagi dari Padang juga, dengan nama pasar “Sungai Dareh Kumbang Jati”, aslinya bongkahan kiriman dari Padang.

Dan ketiganya dapet gratis, baik itu dapet dari teman ataupun nyari sendiri, modalnya cuma buat ngasah dan beli ring pengikat, sayang juga ngeluarin duit buat beli batu apalagi harganya gak masuk akal hehehe, dan coba perhatikan jari-jari tangan saya, gede banget kan hehehe.

BTW, kalo ada yang berminat, kontak aja ya, saya mau jual 1 “Mber” wkwkwkwk…