Menu Home

Bom di Sarinah

Kaget juga denger temen ngomongin soal Bom di Sarinah saat di Mushala tadi. Mudah-mudahan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Jadi teringat cerita Bom pada tahun 2000, kami kakak beradik (4 orang) bisa dibilang hampir juga menjadi korban.

Saat itu kami ber-empat hendak pergi ke Jatinegara Plaza untuk beli baju lebaran, kebetulan rumah tempat kami nginap berada di jalan bunga tepat di samping Gereja Masudirini. Dan kami melewati Gereja tersebut untuk pergi ke ATM BNI yang ada disebelah Gereja tersebut.

Saat itu, sudah ramai Polisi bolak-balik dengan wajah-wajah serius dan tegang, karena beberapa saat sebelumnya sudah ada ledakan di Gereja arah Kampung Melayu dengan jarak 1 km saja. Tidak ada perasaan apapun lewat Halte yang ternyata menjadi pusat ledakan beberapa saat setelah kami lewat. Dari ATM BNI, kamipun nyetop Mikrolet ke arah Jatinegara untuk kemudian belanja di Jatinegara Plaza. Kami melewati sebuah Mikrolet yang terbakar di depan Gereja Kebon Singkong, dan saat itu belom ngeh bahwa itu Bom yang suara ledakannya sudah kami dengar sebelumnya.

Saat pulang, biasanya kami jalan kaki menuju Jalan Bunga yang memang jaraknya tidak terlalu jauh, ramai sekali saat itu, jalan ditutup, dan banyak sekali Polisi, Tentara berada di sana, kami pun karena sudah malam langsung memutuskan pulang ke rumah (gak mampir-mampir lagi). Sampai di rumah, Alm Ayah dan Alm Ibu kami langsung memeluk erat kami semua, mereka kuatir karena kami gak pulang-pulang dan takut kami menjadi korban bom, karena mereka tahu kami melewati jalur yang sama dengan meledaknya Bom tersebut.

Alm. Ayah cerita, beberapa menit setelah kami jalan, terdengar bunyi ledakan pertama, dan beberapa menit kemudian terdengar bunyi ledakan yang sangat kuat yang membuat kaca jendela bergetar yang tentu saja membuat panik Alm. Ayah dan Ibu kami yang tahu kami melewati jalur yang sama.

Besok paginya, kami sempatkan jalan ke lokasi ledakan di Gereja Masudirini, tampak bahwa pusat ledakan adalah Halte Bus di luar pagar Gereja, atapnya sudah tidak ada, tercabut dan tergeletak di jalan di bawah jembatan, katanya sih ada yang tewas di lokasi kejadian.

Kami bersyukur masih dilindungi oleh Allah SWT, saat malam kejadian Halte tersebut berada pada kondisi yang cukup ramai dan kami lewat Halte tersebut beberapa saat sebelum kejadian, semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Mmm, saat ini, sepertinya Islam lagi yang akan menjadi korban fitnahan …

 

Categories: Sosial

Tagged as:

rizko

Tinggalkan Balasan